Disaat terbangun Nui bingung,yang terlihat hanya hutan biasa dengan hewan yang biasa.
Nui buru-buru membangunkan kakaknya,dan disaat kakaknya bangkit berdiri,ibu mereka telah menghilang dan meninggalkan pesan yang timbul dari api yang membakar diatas tanah
Berjalanlah menuju cahaya yang melesat-lesat
disaat matahari berpendar keemasan,berjalanlah ke barat dan temukan harta sang putri malam..
mereka membaca berulang kali kalimat tersebut dan tiba-tiba dari balik tanah tersebut,keluar air yang menghisap habis api tersebut. Tanpa buang tempo mereka mencari-cari,"cahaya yang melesat-lesat" sambil berteriak-teriak putus asa mencari ibu mereka. Namun apa daya,hari telah malam dan mereka terpaksa istirahat ditengah hutan. Mereka membaringkan tubuh diatas dedaunan yang menyimpan panas sambil menatap bulan. Ditengah sayup-sayup suara hutan mereka tertidur.
Nui terbangun dan berteriak,disaat kakaknya juga mengalami hal yang sama.
"kenapa Nui?!" suara Duta menggema dengan panik
"aku bermimpi.. ibu diculik,oleh.. macan yang kemarin!" Nui sama paniknya.
"dimana Nui??" tanya Duta.
"disuatu tempat dihutan ini" jawab Nui
"baiklah mari kita cari,Nui" ajak Duta sambil mencari pedang yang kemarin digunakannya untuk menyerang Arya.
Duta menemukan pedang tersebut tertancap di pohon,dengan susah payah dia mencabutnya. Duta melihat retak akibat usahanya menyerang pelindung Arya. Dengan marah dia pun mencoba memecahkan misteri tersebut
Jumat, 30 April 2010
The Forbidden Forest
Arya menggeram sambil mawas melihat Duta menahan dengan seluruh kekuatannya,Duta memandang garang Arya dan Arya balas memandang nya dengan tenang sambil menurunkan tangannya lalu berjalan mendekati Duta. Duta mundur sambil memukul-mukulkan tongkat ditangannya dengan liar. Arya hanya melengos;dia terlalu kuat untuk serangan selemah itu. Duta mengambil langkah mundur dan terjatuh tersandung sesuatu. Dia memandang nanar benda tersebut kemudian tersenyum mengejek kepada Arya,"kau tidak akan sanggup melukai kami,binatang bodoh!"
Duta tegak memandangi Arya sambil mencari celah saat Arya lengah. Tiba-tiba perhatian Arya teralihkan Nui yang mencoba melempar batu ke Arya,namun sia-sia. Cakar Arya menangkis dan langsung menghancurkan batu tersebut menjadi serpihan debu. Disaat itulah Duta menerjang maju sambil mengayunkan benda yang tadi ditemukannya : sebuah pedang berwarna hitam. Arya terkejut namun dia hanya diam tak bergerak. Duta terlempar tinggi ke udara,terdapat angin tipis yang melapisi dan menangkis serangan lemah Duta,dan seketika itu juga Duta pingsan. Nui dan ibunya hanya terdiam,Nui merangsek maju tapi mundur kembali begitu Arya mengeluarkan kulit kayu yang dipahat dengan nama Nui dan Duta dari ekor api nya. Nui terdiam sejenak dan kembali maju menyerang. Kali ini Arya menatap Nui tajam dan Nui membeku tidak bergerak sesenti pun. Nui terbelalak selama sepersekian detik dan ambruk ; Arya baru saja memperlihatkan Ryu yang mencoba menghancurkan hutan tersebut.
Nui mencoba mengeluarkan suaranya yang gemetar,"a..aku tahu soal itu,aku tahu kalau hutan ini akan dihancurkan.."
Arya menyipitkan matanya dan berbalik,yang seketika itu juga,entah datang darimana,pasukan burung menyerbu mereka dan menghapuskan penglihatan mereka dan menidurkan mereka.
Duta tegak memandangi Arya sambil mencari celah saat Arya lengah. Tiba-tiba perhatian Arya teralihkan Nui yang mencoba melempar batu ke Arya,namun sia-sia. Cakar Arya menangkis dan langsung menghancurkan batu tersebut menjadi serpihan debu. Disaat itulah Duta menerjang maju sambil mengayunkan benda yang tadi ditemukannya : sebuah pedang berwarna hitam. Arya terkejut namun dia hanya diam tak bergerak. Duta terlempar tinggi ke udara,terdapat angin tipis yang melapisi dan menangkis serangan lemah Duta,dan seketika itu juga Duta pingsan. Nui dan ibunya hanya terdiam,Nui merangsek maju tapi mundur kembali begitu Arya mengeluarkan kulit kayu yang dipahat dengan nama Nui dan Duta dari ekor api nya. Nui terdiam sejenak dan kembali maju menyerang. Kali ini Arya menatap Nui tajam dan Nui membeku tidak bergerak sesenti pun. Nui terbelalak selama sepersekian detik dan ambruk ; Arya baru saja memperlihatkan Ryu yang mencoba menghancurkan hutan tersebut.
Nui mencoba mengeluarkan suaranya yang gemetar,"a..aku tahu soal itu,aku tahu kalau hutan ini akan dihancurkan.."
Arya menyipitkan matanya dan berbalik,yang seketika itu juga,entah datang darimana,pasukan burung menyerbu mereka dan menghapuskan penglihatan mereka dan menidurkan mereka.
Senin, 26 April 2010
The Forbidden Forest
Sesampainya dirumah Duta menceritakan semua pada ibunya,ibunya acuh tak acuh dengan cerita anaknya tersebut. Setidaknya sampai kedua anaknya hampir menangis dan ibunya pun setuju untuk ikut melihat ke sana.
Kedua anaknya pun membawa ibu mereka ke hutan tersebut. Namun ditengah perjalanan mereka dicegat sang raja ; Arya
Arya kembali ke wujud semula,macan perak dengan ekor api dan tanduk emas,tentu saja dengan wibawa seorang raja Arya mencoba berkomunikasi,berharap yang ditemukannya benar.
"grr" Arya mencoba menggertak sang utusan yang tak lain adalah Duta dan Nui
"apa!" gertak Duta sambil mengambil satu langkah mundur.
Arya ragu dengan pilihannya dan mencoba memperlihatkan taringnya yang bak pualam.
Duta berlari dan Nui menangis dibalik ibunya. Saat itulah Arya menyerang namun Duta menahan dengan tongkat tepat saat cakar besi Arya hampir merobek jantung ibunya.
Dan pertarungan pun dimulai.
Kedua anaknya pun membawa ibu mereka ke hutan tersebut. Namun ditengah perjalanan mereka dicegat sang raja ; Arya
Arya kembali ke wujud semula,macan perak dengan ekor api dan tanduk emas,tentu saja dengan wibawa seorang raja Arya mencoba berkomunikasi,berharap yang ditemukannya benar.
"grr" Arya mencoba menggertak sang utusan yang tak lain adalah Duta dan Nui
"apa!" gertak Duta sambil mengambil satu langkah mundur.
Arya ragu dengan pilihannya dan mencoba memperlihatkan taringnya yang bak pualam.
Duta berlari dan Nui menangis dibalik ibunya. Saat itulah Arya menyerang namun Duta menahan dengan tongkat tepat saat cakar besi Arya hampir merobek jantung ibunya.
Dan pertarungan pun dimulai.
Sabtu, 24 April 2010
The Forbidden Forest
Kondisi kembali tenang setelah Arya kembali semua menggeram ganas tanda siap menerima perintah apa pun,Arya tenang dan berkata,"aku mendapat petunjuk dari Pohon Abadi"
semua nafas tertahan dan Arya melanjutkan
"telah datang dua malaikat penyelamat pembawa panah cahaya,pelindung hutan ini. Telah ditemukan tanda dihutan ini,dipohon paling barat yang paling terang saat titik tengah hari terukir dengan bara api" Arya menyelesaikan kalimatnya dan tentu saja tanpa dikomando mereka langsung menyebar sebelum tengah hari habis.
Satu jam kemudian mereka menemukannya namun tak berani mendekat sampai Arya menempelkan tangannya pada kobaran api dipohon tersebut dan api tersebut menghilang.
"kita harus menemukan mereka,Pohon Abadi ingin memberi mereka kekuatan" Arya menatap pejuangnya satu persatu dan berhenti pada si elang.
"kau,cari mereka" perintah Arya
"kalian,kita perkuat pasukan,jangan biarkan siapapun masuk tanpa izin"
"baik"
Arya sendiri berubah menjadi phoenix berwarna merah dengan ekor api yang sangat panjang,terbang dengan kecepatan angin menuju kota.
semua nafas tertahan dan Arya melanjutkan
"telah datang dua malaikat penyelamat pembawa panah cahaya,pelindung hutan ini. Telah ditemukan tanda dihutan ini,dipohon paling barat yang paling terang saat titik tengah hari terukir dengan bara api" Arya menyelesaikan kalimatnya dan tentu saja tanpa dikomando mereka langsung menyebar sebelum tengah hari habis.
Satu jam kemudian mereka menemukannya namun tak berani mendekat sampai Arya menempelkan tangannya pada kobaran api dipohon tersebut dan api tersebut menghilang.
"kita harus menemukan mereka,Pohon Abadi ingin memberi mereka kekuatan" Arya menatap pejuangnya satu persatu dan berhenti pada si elang.
"kau,cari mereka" perintah Arya
"kalian,kita perkuat pasukan,jangan biarkan siapapun masuk tanpa izin"
"baik"
Arya sendiri berubah menjadi phoenix berwarna merah dengan ekor api yang sangat panjang,terbang dengan kecepatan angin menuju kota.
The Forbidden Forest
Hutan Terlarang gaduh setelah pengumuman dari Arya,Arya sendiri tengah pergi ke Pohon Abadi mencoba menanyakan apa yang harus ia lakukan. Semua merapatkan apa yang akan mereka lakukan menghadapi perang tersebut.
Sementara itu Duta yang telah dari tadi berhenti menangis masih memandang langit melihat elang berwarna perak yang terbang sangat cepat sehingga selintas hanya seperti blitz kamera. Duta duduk di meja nya,namun lamunannya terhenti setelah adik perempuannya masuk. Adiknya menatapnya sendu,adiknya satu tahun lebih muda darinya,sambil memain-mainkan rambutnya dan seakan memilih kata apa yang harus ia keluarkan,"aku setuju dengan kakak,aku juga tidak mau hutan tersebut dihancurkan" katanya dengan suara seperti melamun.
Duta terkejut,dia tidak menyangka bakal ada yang mendukungnya. Dia menatap adiknya selama sepersekian detik dan akhirnya berkata,"mari kita kesana"
"baiklah" seru Nui girang.
Mereka pergi ke hutan tersebut,selama perjalanan mereka yakin,bukan cuma sekali tapi berkali-kali melihat hewan yang aneh seperti macan dengan corak emas perak,elang berwarna perak dan terakhir mereka hampir saja pulang karena takut ; rusa bertanduk api.
Namun mereka tak gentar dan tetap berani datang. Tapi semua aneh,seakan ilusi,mereka tetap melihat hewan biasa dan hutan yang dulu mereka kenal. Sejam mereka bermain-main didalam hutan,mereka kelelahan dan akhirnya setuju untuk pulang.Sebelum pulang mereka membuat dan mengukir nama mereka di pohon besar. Lalu mereka pulang.
Sementara itu Duta yang telah dari tadi berhenti menangis masih memandang langit melihat elang berwarna perak yang terbang sangat cepat sehingga selintas hanya seperti blitz kamera. Duta duduk di meja nya,namun lamunannya terhenti setelah adik perempuannya masuk. Adiknya menatapnya sendu,adiknya satu tahun lebih muda darinya,sambil memain-mainkan rambutnya dan seakan memilih kata apa yang harus ia keluarkan,"aku setuju dengan kakak,aku juga tidak mau hutan tersebut dihancurkan" katanya dengan suara seperti melamun.
Duta terkejut,dia tidak menyangka bakal ada yang mendukungnya. Dia menatap adiknya selama sepersekian detik dan akhirnya berkata,"mari kita kesana"
"baiklah" seru Nui girang.
Mereka pergi ke hutan tersebut,selama perjalanan mereka yakin,bukan cuma sekali tapi berkali-kali melihat hewan yang aneh seperti macan dengan corak emas perak,elang berwarna perak dan terakhir mereka hampir saja pulang karena takut ; rusa bertanduk api.
Namun mereka tak gentar dan tetap berani datang. Tapi semua aneh,seakan ilusi,mereka tetap melihat hewan biasa dan hutan yang dulu mereka kenal. Sejam mereka bermain-main didalam hutan,mereka kelelahan dan akhirnya setuju untuk pulang.Sebelum pulang mereka membuat dan mengukir nama mereka di pohon besar. Lalu mereka pulang.
Jumat, 23 April 2010
The Forbidden Forest
Arya duduk di kursi kebesarannya,duduk dengan takzim sambil menatap langit. Semua tertunduk seakan menunggu hukuman langit. Tiba-tiba langit berubah hitam diatasnya. Semua mata tertuju ke atas dan terpekik ngeri,kepanikan mendadak muncul semua tegak dalam posisi siaga. Arya pun berdiri,namun tidak ada kepanikan di muka nya yang tenang,dia memandang langit dan tertegun. Setelah bebarapa menit hitam pekat tersebut hilang dan tiba-tiba seekor elang terbang cepat dan berhenti anggun ditangan Arya;elang tersebut membawa pesan.
Tiba-tiba dengan seluruh kewibawaannya Arya berkata pada penduduk bahwa akan terjadi hal yang tidak diinginkan,yaitu perang.
"kita akan berperang dengan makhluk berkulit coklat,mereka membawa senjata dari besi dan sangat kuat!" kata Arya dengan suara serak. Arya,macan tua yang dihormati oleh makhluk lain,bukan karena kekuatan magisnya,namun karena kebijaksanaannya. Bahkan saat dia masih menjabat sebagai korban tempur biasa. Sebenarnya mereka hanyalah makhluk biasa,namun semuanya berubah disaat terjadi perang besar antar hutan yang menimbulkan banyak korban. Masalahnya sepele saja ; karena hutan lain telah kehabisan makanan.
Arya adalah salah satu dari banyak pejuang,ditengah medan perang dia mempelajari cara memasang jebakan sambil menangis. Dia tahu bahwa walaupun yang ia jebak adalah makhluk jahat sekalipun tetapi tetap saja mereka saudaranya sendiri yang hidup ditempat terpisah. Sampai akhirnya dia terdesak jauh dan terpaksa memasang jebakan di daerah perbatasan,yaitu Pohon Abadi. Selama memasang jebakan banyak hal aneh terjadi seperti daun berubah warna menjadi merah dsb,Arya muda tidak tahu menahu tentang keberadaan pusat hutan tersebut. Namun semua sudah terlambat karena semua pejuang terbunuh,yang tersisa hanya anak-anak dan para perempuan yang memang dilarang untuk diserang. Arya marah,dia menyerang semua pennyerang dari hutan lain,namun dia yang sendirian dan terpojok,bukan masalah bagi segerombolan banteng-banteng buas. Pohon Abadi mendengar jeritan hati Arya,dan akhirnya setuju untuk memberinya 1% kekuatannya,Arya tidak mengetahui bantuan tersebut. Arya tetap maju dan menyerang..
Arya berteriak pada langit agar semua mundur,semua tertawa mendengar teriakan dari macan kecil,sedetik kemudian angin tajam menyayat-nyayat dan membuat pasukan mundur. Semenjak itu Arya melindungi hutan,bagi siapa saja yang membuat kerusakan di hutan tersebut tak akan kembali dengan selamat. dan karena itu juga hutan tempat Arya tinggal disebut.. Hutan Terlarang.
Tiba-tiba dengan seluruh kewibawaannya Arya berkata pada penduduk bahwa akan terjadi hal yang tidak diinginkan,yaitu perang.
"kita akan berperang dengan makhluk berkulit coklat,mereka membawa senjata dari besi dan sangat kuat!" kata Arya dengan suara serak. Arya,macan tua yang dihormati oleh makhluk lain,bukan karena kekuatan magisnya,namun karena kebijaksanaannya. Bahkan saat dia masih menjabat sebagai korban tempur biasa. Sebenarnya mereka hanyalah makhluk biasa,namun semuanya berubah disaat terjadi perang besar antar hutan yang menimbulkan banyak korban. Masalahnya sepele saja ; karena hutan lain telah kehabisan makanan.
Arya adalah salah satu dari banyak pejuang,ditengah medan perang dia mempelajari cara memasang jebakan sambil menangis. Dia tahu bahwa walaupun yang ia jebak adalah makhluk jahat sekalipun tetapi tetap saja mereka saudaranya sendiri yang hidup ditempat terpisah. Sampai akhirnya dia terdesak jauh dan terpaksa memasang jebakan di daerah perbatasan,yaitu Pohon Abadi. Selama memasang jebakan banyak hal aneh terjadi seperti daun berubah warna menjadi merah dsb,Arya muda tidak tahu menahu tentang keberadaan pusat hutan tersebut. Namun semua sudah terlambat karena semua pejuang terbunuh,yang tersisa hanya anak-anak dan para perempuan yang memang dilarang untuk diserang. Arya marah,dia menyerang semua pennyerang dari hutan lain,namun dia yang sendirian dan terpojok,bukan masalah bagi segerombolan banteng-banteng buas. Pohon Abadi mendengar jeritan hati Arya,dan akhirnya setuju untuk memberinya 1% kekuatannya,Arya tidak mengetahui bantuan tersebut. Arya tetap maju dan menyerang..
Arya berteriak pada langit agar semua mundur,semua tertawa mendengar teriakan dari macan kecil,sedetik kemudian angin tajam menyayat-nyayat dan membuat pasukan mundur. Semenjak itu Arya melindungi hutan,bagi siapa saja yang membuat kerusakan di hutan tersebut tak akan kembali dengan selamat. dan karena itu juga hutan tempat Arya tinggal disebut.. Hutan Terlarang.
Kamis, 22 April 2010
The Forbidden Forest
Seorang anak bermain riang ditengah hutan yang rindang. Dedaunan coklat dan pepohonan tinggi menambah kesan menyejukkan hutan tersebut. Dia Duta,anak dari Ryu,berbeda dengan ayahnya yang hanya berpikir tentang harta,Duta justru hidup dengan sederhana dan sangat dekat dengan alam. Dia berlari-lari riang menembus hutan,menghirup udara segar dan menikmati pemandangan yang indah. Dia tersandung akar,dan terjatuh. Namun dia hanya tertawa riang dan berdiri lagi disaat ayahnya memanggilnya,"Duta,kita pulang" kata ayahnya sambil menuliskan luas hutan di selembar kertas.
"huh,kita baru sebentar disini ayah" kata Duta kesal.
"lain kali saja anakku,ayah harus pergi lagi" bujuk ayahnya.
"baiklah ayah" Duta menurut saja.
Duta sebenarnya tahu apa yang ayahnya ingin lakukan terhadap hutan ini. Namun semua sia-sia mengingat dia baru berumur 11 tahun. Tak ada yang bisa ia lakukan. Diam-diam dia menangis,Duta sangat tak ingin kehilangan tempat ini.
Di perjalanan Duta memandang sepuas-puasnya tempat tersebut dan memotretnya. Sesampainya di rumah dia memajang foto tersebut.
Siang telah berlalu. Bintang telah bermunculan,tiba-tiba ayahnya memanggil nya.
Ayahnya duduk di meja makan dengan tegang sementara yang lain telah mulai menyantap makan malam mereka. Ibu Duta seorang yang biasa saja,berambut panjang dan sedikit gemuk,adik perempuannya yang masih kecil bernama Nui makan sambil bermain-main,rambutnya yang masih pendek tergerai-gerai. Duta duduk berhadapan dengan ayahnya dengan sikap was-was,mata ayahnya tampak menerawang,seakan memikirkan keputusan yang berat. Setelah mengambil nafas panjang,semua terdiam dan memerhatikan apa yang akan dikatakan Ryu.
"mungkin hutan tersebut tidak akan ada lagi,ayah terpaksa memakainya karena kita kekurangan lahan" kata ayahnya seakan keputusan tersebut menentukan hidup dan mati dirinya.
"tapi ayah! Duta sangat menyukai hutan tersebut! Kalau ayah menghancurkan hutan tersebut sama saja dengan ayah menghancurkan Duta!" Duta turun dari kursi dan berlari ke atas. Membanting pintu dan segera menguncinya. Dia sangat terpukul,semenjak dulu dia sangat menyukai hutan tersebut. Dia seakan dapat berkomunikasi dengan hutan itu. Namun ditengah lamunannya dan kesedihannya,sesuatu muncul dari atas,terbang dengan kecepatan tinggi.
"huh,kita baru sebentar disini ayah" kata Duta kesal.
"lain kali saja anakku,ayah harus pergi lagi" bujuk ayahnya.
"baiklah ayah" Duta menurut saja.
Duta sebenarnya tahu apa yang ayahnya ingin lakukan terhadap hutan ini. Namun semua sia-sia mengingat dia baru berumur 11 tahun. Tak ada yang bisa ia lakukan. Diam-diam dia menangis,Duta sangat tak ingin kehilangan tempat ini.
Di perjalanan Duta memandang sepuas-puasnya tempat tersebut dan memotretnya. Sesampainya di rumah dia memajang foto tersebut.
Siang telah berlalu. Bintang telah bermunculan,tiba-tiba ayahnya memanggil nya.
Ayahnya duduk di meja makan dengan tegang sementara yang lain telah mulai menyantap makan malam mereka. Ibu Duta seorang yang biasa saja,berambut panjang dan sedikit gemuk,adik perempuannya yang masih kecil bernama Nui makan sambil bermain-main,rambutnya yang masih pendek tergerai-gerai. Duta duduk berhadapan dengan ayahnya dengan sikap was-was,mata ayahnya tampak menerawang,seakan memikirkan keputusan yang berat. Setelah mengambil nafas panjang,semua terdiam dan memerhatikan apa yang akan dikatakan Ryu.
"mungkin hutan tersebut tidak akan ada lagi,ayah terpaksa memakainya karena kita kekurangan lahan" kata ayahnya seakan keputusan tersebut menentukan hidup dan mati dirinya.
"tapi ayah! Duta sangat menyukai hutan tersebut! Kalau ayah menghancurkan hutan tersebut sama saja dengan ayah menghancurkan Duta!" Duta turun dari kursi dan berlari ke atas. Membanting pintu dan segera menguncinya. Dia sangat terpukul,semenjak dulu dia sangat menyukai hutan tersebut. Dia seakan dapat berkomunikasi dengan hutan itu. Namun ditengah lamunannya dan kesedihannya,sesuatu muncul dari atas,terbang dengan kecepatan tinggi.
Langganan:
Postingan (Atom)