Selasa, 20 April 2010

The Godness War!

"sudah waktu nya.."

tiba-tiba gulungan tempat Mhi tersegel lepas,meledak dan menghancurkan tempat guardian melatih ilmu. Terlihat wajah Mhi yang keras dan kelelahan,dengan senyum menyeringai,dia berteriak,"aku akan membunuh guardian ke -5!!"

suaranya memang tidak dapat didengar manusia biasa,namun sangat keras bagi seluruh guardian. Semua rencana guardian berantakan,mereka alih-alih memberi penjelasan langsung membawa anak itu ke tempat aman dengan wujud asli. Tentu saja mereka sudah membuat pingsan anak itu.

"kita harus membuat kekkai,jauh lebih baik buat anak ini" kata Hi dengan muka pucat,

"dan kita bisa bertarung dulu? Baiklah akan kita coba"

Mereka turun ditengah hutan yang sempit,lalu setelah menurunkan anak itu dalam kondisi pingsan,mereka mengeluarkan gulungan kekkai.

"baiklah,semua.. menyebar!!"

Mereka menempati posisi segel membentuk bintang,Hi mulai membuat jalur api menghubungkan titik tempat mereka berdiri yang masing-masing jaraknya lebih dari 10000 meter. Dan tiba-tiba di sekeliling mereka terbentuk badai berbentuk bintang yang menandakan kekkai telah terbentuk.

"kita selesai,lebih baik segera hentikan makhluk itu"

Sebelum mereka sempat menjejakkan langkah,tiba-tiba gerhana datang,yang mereka tahu,tanda mereka telah terlambat ; perang akan dimulai.

Mhi tegak diatas laut tepat disebelah kekkai,dengan seringai menakutkan dia mulai menyerang kekkai.

Kekkai bergetar,dengan kekuatan bom Hi menyerang Mhi dengan lecutan api. Namun sia-sia,Mhi langsung mengurung Hi. Chi secepat cahaya menyerang Mhi dengan petir,Mhi terbang dan menabrak bebatuan sampai hancur. Ir,tidak tinggal diam dan bersama-sama Mizu menghantam Mhi.

Mhi terengah,menatap tajam seluruh guardian dan berkata,"berikan aku guardian ke -5 dan kalian akan ku biarkan hidup!"

"kalau begitu kau harus membunuh mereka" tiba-tiba terdengar suara dari kejauhan. Mereka terkejut dan Mhi langsung pucat,"kau.."

"ya" jawab orang itu tenang

"kau yang dikatakan dapat mengendalikan elemen angin! Siapa kau?"

"aneh.." katanya sambil menolehkan kepala,"kau tahu kemampuan ku namun tak tahu siapa aku"

"kau Fhu,penguasa angin selatan,satu-satunya yang dapat menghancurkan dinding utara dengan satu kali tebasan. Apa yang akan kau lakukan disini?" tanya Mizu yang dari tadi diam

"aku telah membawa guardian ke -5 pergi" katanya dengan tenang,sambil mengamati situasi

"dan.." tiba-tiba kurungan Hi terlepas dan dengan lemas Hi berdiri

"te,terima kasih"

"aku perlu bantuan mu,Hi"

"dengan senang hati" mereka pun menghilang menuju tempat latihan para guardian

Mereka terperanjat melihat tempat yang hancur dan kertas segel yang tersegel 5 jarum hitam

"ini ulah Mhi" kata hi dengan ketakutan.

Tiba-tiba Thia terbangun dari pingsannya,dengan muka bingung dia berteriak keras,"siapa kalian??"

"kami guardian"

"kalian hanya ada dalam dongeng! Dan lagi.." kata-kata nya terputus setelah melihat semua kehancuran ini.

"nak,karena ini dongeng,bisakah kau menceritakan akhir kisah tersebut?" kata Hi dengan tenang

" sang raja kegelapan terbunuh dengan pisau perak dan tersegel selama-lama nya" kata Thi masih dengan wajah ketakutan

"dan siapa pemegang pedang tersebut?"

"guardian ke -5"

"dan disini,kau tahu siapa guardian tersebut?"

Thia terdiam sejenak dan menjawab dengan ragu,"a,aku?"

"ya"

Hi menyerang Thia dengan api dan dia kesakitan,

"sori,aku tidak tahu ternyata kau memang belum bisa"

"egh,ya.."

"coba pegang ini" tiba-tiba pedang perak tersebut telah di depan mata. Thia,terkejut dan kagum. Sekaligus tidak percaya,dia mencoba memegang pedang tersebut kemudian mencoba mengayunkannya

"bagus nak,sekarang coba kau tebas pohon itu" kata Fhu sambil melirik pohon paling besar

"baiklah"

dengan sekali ayunan pedang tersebut,pohon tersebut kering dan mati.

"baik,kau akan kami bawa pergi nak" kata Hi sambil lalu dan melirik Fhu
"tapi yang akan ku lawan raja kegelapan!" kata Thia gemetar,
"kau akan baik-baik saja selama ada kami" kali ini Fhu bicara
"baik,baik. aku tidak peduli"
"ok" mereka bertiga menghilang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar