Arya menggeram sambil mawas melihat Duta menahan dengan seluruh kekuatannya,Duta memandang garang Arya dan Arya balas memandang nya dengan tenang sambil menurunkan tangannya lalu berjalan mendekati Duta. Duta mundur sambil memukul-mukulkan tongkat ditangannya dengan liar. Arya hanya melengos;dia terlalu kuat untuk serangan selemah itu. Duta mengambil langkah mundur dan terjatuh tersandung sesuatu. Dia memandang nanar benda tersebut kemudian tersenyum mengejek kepada Arya,"kau tidak akan sanggup melukai kami,binatang bodoh!"
Duta tegak memandangi Arya sambil mencari celah saat Arya lengah. Tiba-tiba perhatian Arya teralihkan Nui yang mencoba melempar batu ke Arya,namun sia-sia. Cakar Arya menangkis dan langsung menghancurkan batu tersebut menjadi serpihan debu. Disaat itulah Duta menerjang maju sambil mengayunkan benda yang tadi ditemukannya : sebuah pedang berwarna hitam. Arya terkejut namun dia hanya diam tak bergerak. Duta terlempar tinggi ke udara,terdapat angin tipis yang melapisi dan menangkis serangan lemah Duta,dan seketika itu juga Duta pingsan. Nui dan ibunya hanya terdiam,Nui merangsek maju tapi mundur kembali begitu Arya mengeluarkan kulit kayu yang dipahat dengan nama Nui dan Duta dari ekor api nya. Nui terdiam sejenak dan kembali maju menyerang. Kali ini Arya menatap Nui tajam dan Nui membeku tidak bergerak sesenti pun. Nui terbelalak selama sepersekian detik dan ambruk ; Arya baru saja memperlihatkan Ryu yang mencoba menghancurkan hutan tersebut.
Nui mencoba mengeluarkan suaranya yang gemetar,"a..aku tahu soal itu,aku tahu kalau hutan ini akan dihancurkan.."
Arya menyipitkan matanya dan berbalik,yang seketika itu juga,entah datang darimana,pasukan burung menyerbu mereka dan menghapuskan penglihatan mereka dan menidurkan mereka.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar