Arya duduk di kursi kebesarannya,duduk dengan takzim sambil menatap langit. Semua tertunduk seakan menunggu hukuman langit. Tiba-tiba langit berubah hitam diatasnya. Semua mata tertuju ke atas dan terpekik ngeri,kepanikan mendadak muncul semua tegak dalam posisi siaga. Arya pun berdiri,namun tidak ada kepanikan di muka nya yang tenang,dia memandang langit dan tertegun. Setelah bebarapa menit hitam pekat tersebut hilang dan tiba-tiba seekor elang terbang cepat dan berhenti anggun ditangan Arya;elang tersebut membawa pesan.
Tiba-tiba dengan seluruh kewibawaannya Arya berkata pada penduduk bahwa akan terjadi hal yang tidak diinginkan,yaitu perang.
"kita akan berperang dengan makhluk berkulit coklat,mereka membawa senjata dari besi dan sangat kuat!" kata Arya dengan suara serak. Arya,macan tua yang dihormati oleh makhluk lain,bukan karena kekuatan magisnya,namun karena kebijaksanaannya. Bahkan saat dia masih menjabat sebagai korban tempur biasa. Sebenarnya mereka hanyalah makhluk biasa,namun semuanya berubah disaat terjadi perang besar antar hutan yang menimbulkan banyak korban. Masalahnya sepele saja ; karena hutan lain telah kehabisan makanan.
Arya adalah salah satu dari banyak pejuang,ditengah medan perang dia mempelajari cara memasang jebakan sambil menangis. Dia tahu bahwa walaupun yang ia jebak adalah makhluk jahat sekalipun tetapi tetap saja mereka saudaranya sendiri yang hidup ditempat terpisah. Sampai akhirnya dia terdesak jauh dan terpaksa memasang jebakan di daerah perbatasan,yaitu Pohon Abadi. Selama memasang jebakan banyak hal aneh terjadi seperti daun berubah warna menjadi merah dsb,Arya muda tidak tahu menahu tentang keberadaan pusat hutan tersebut. Namun semua sudah terlambat karena semua pejuang terbunuh,yang tersisa hanya anak-anak dan para perempuan yang memang dilarang untuk diserang. Arya marah,dia menyerang semua pennyerang dari hutan lain,namun dia yang sendirian dan terpojok,bukan masalah bagi segerombolan banteng-banteng buas. Pohon Abadi mendengar jeritan hati Arya,dan akhirnya setuju untuk memberinya 1% kekuatannya,Arya tidak mengetahui bantuan tersebut. Arya tetap maju dan menyerang..
Arya berteriak pada langit agar semua mundur,semua tertawa mendengar teriakan dari macan kecil,sedetik kemudian angin tajam menyayat-nyayat dan membuat pasukan mundur. Semenjak itu Arya melindungi hutan,bagi siapa saja yang membuat kerusakan di hutan tersebut tak akan kembali dengan selamat. dan karena itu juga hutan tempat Arya tinggal disebut.. Hutan Terlarang.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar