Jumat, 30 April 2010

The Forbidden Forest

Disaat terbangun Nui bingung,yang terlihat hanya hutan biasa dengan hewan yang biasa.
Nui buru-buru membangunkan kakaknya,dan disaat kakaknya bangkit berdiri,ibu mereka telah menghilang dan meninggalkan pesan yang timbul dari api yang membakar diatas tanah
Berjalanlah menuju cahaya yang melesat-lesat
disaat matahari berpendar keemasan,berjalanlah ke barat dan temukan harta sang putri malam..
mereka membaca berulang kali kalimat tersebut dan tiba-tiba dari balik tanah tersebut,keluar air yang menghisap habis api tersebut. Tanpa buang tempo mereka mencari-cari,"cahaya yang melesat-lesat" sambil berteriak-teriak putus asa mencari ibu mereka. Namun apa daya,hari telah malam dan mereka terpaksa istirahat ditengah hutan. Mereka membaringkan tubuh diatas dedaunan yang menyimpan panas sambil menatap bulan. Ditengah sayup-sayup suara hutan mereka tertidur.
Nui terbangun dan berteriak,disaat kakaknya juga mengalami hal yang sama.
"kenapa Nui?!" suara Duta menggema dengan panik
"aku bermimpi.. ibu diculik,oleh.. macan yang kemarin!" Nui sama paniknya.
"dimana Nui??" tanya Duta.
"disuatu tempat dihutan ini" jawab Nui
"baiklah mari kita cari,Nui" ajak Duta sambil mencari pedang yang kemarin digunakannya untuk menyerang Arya.
Duta menemukan pedang tersebut tertancap di pohon,dengan susah payah dia mencabutnya. Duta melihat retak akibat usahanya menyerang pelindung Arya. Dengan marah dia pun mencoba memecahkan misteri tersebut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar