Hutan Terlarang gaduh setelah pengumuman dari Arya,Arya sendiri tengah pergi ke Pohon Abadi mencoba menanyakan apa yang harus ia lakukan. Semua merapatkan apa yang akan mereka lakukan menghadapi perang tersebut.
Sementara itu Duta yang telah dari tadi berhenti menangis masih memandang langit melihat elang berwarna perak yang terbang sangat cepat sehingga selintas hanya seperti blitz kamera. Duta duduk di meja nya,namun lamunannya terhenti setelah adik perempuannya masuk. Adiknya menatapnya sendu,adiknya satu tahun lebih muda darinya,sambil memain-mainkan rambutnya dan seakan memilih kata apa yang harus ia keluarkan,"aku setuju dengan kakak,aku juga tidak mau hutan tersebut dihancurkan" katanya dengan suara seperti melamun.
Duta terkejut,dia tidak menyangka bakal ada yang mendukungnya. Dia menatap adiknya selama sepersekian detik dan akhirnya berkata,"mari kita kesana"
"baiklah" seru Nui girang.
Mereka pergi ke hutan tersebut,selama perjalanan mereka yakin,bukan cuma sekali tapi berkali-kali melihat hewan yang aneh seperti macan dengan corak emas perak,elang berwarna perak dan terakhir mereka hampir saja pulang karena takut ; rusa bertanduk api.
Namun mereka tak gentar dan tetap berani datang. Tapi semua aneh,seakan ilusi,mereka tetap melihat hewan biasa dan hutan yang dulu mereka kenal. Sejam mereka bermain-main didalam hutan,mereka kelelahan dan akhirnya setuju untuk pulang.Sebelum pulang mereka membuat dan mengukir nama mereka di pohon besar. Lalu mereka pulang.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar