Kamis, 22 April 2010

The Forbidden Forest

Seorang anak bermain riang ditengah hutan yang rindang. Dedaunan coklat dan pepohonan tinggi menambah kesan menyejukkan hutan tersebut. Dia Duta,anak dari Ryu,berbeda dengan ayahnya yang hanya berpikir tentang harta,Duta justru hidup dengan sederhana dan sangat dekat dengan alam. Dia berlari-lari riang menembus hutan,menghirup udara segar dan menikmati pemandangan yang indah. Dia tersandung akar,dan terjatuh. Namun dia hanya tertawa riang dan berdiri lagi disaat ayahnya memanggilnya,"Duta,kita pulang" kata ayahnya sambil menuliskan luas hutan di selembar kertas.

"huh,kita baru sebentar disini ayah" kata Duta kesal.

"lain kali saja anakku,ayah harus pergi lagi" bujuk ayahnya.

"baiklah ayah" Duta menurut saja.

Duta sebenarnya tahu apa yang ayahnya ingin lakukan terhadap hutan ini. Namun semua sia-sia mengingat dia baru berumur 11 tahun. Tak ada yang bisa ia lakukan. Diam-diam dia menangis,Duta sangat tak ingin kehilangan tempat ini.

Di perjalanan Duta memandang sepuas-puasnya tempat tersebut dan memotretnya. Sesampainya di rumah dia memajang foto tersebut.

Siang telah berlalu. Bintang telah bermunculan,tiba-tiba ayahnya memanggil nya.
Ayahnya duduk di meja makan dengan tegang sementara yang lain telah mulai menyantap makan malam mereka. Ibu Duta seorang yang biasa saja,berambut panjang dan sedikit gemuk,adik perempuannya yang masih kecil bernama Nui makan sambil bermain-main,rambutnya yang masih pendek tergerai-gerai. Duta duduk berhadapan dengan ayahnya dengan sikap was-was,mata ayahnya tampak menerawang,seakan memikirkan keputusan yang berat. Setelah mengambil nafas panjang,semua terdiam dan memerhatikan apa yang akan dikatakan Ryu.
"mungkin hutan tersebut tidak akan ada lagi,ayah terpaksa memakainya karena kita kekurangan lahan" kata ayahnya seakan keputusan tersebut menentukan hidup dan mati dirinya.
"tapi ayah! Duta sangat menyukai hutan tersebut! Kalau ayah menghancurkan hutan tersebut sama saja dengan ayah menghancurkan Duta!" Duta turun dari kursi dan berlari ke atas. Membanting pintu dan segera menguncinya. Dia sangat terpukul,semenjak dulu dia sangat menyukai hutan tersebut. Dia seakan dapat berkomunikasi dengan hutan itu. Namun ditengah lamunannya dan kesedihannya,sesuatu muncul dari atas,terbang dengan kecepatan tinggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar