Selasa, 20 April 2010

The Godness War!

Thia berdiri ditepi jurang,semua mata tertuju padanya dan pedang yang dibawa nya. Mhi menggeram,kemudian terkekeh,"kau tidak akan menang melawan ku anak kecil!"
Thia hanya diam ditempatnya berdiri,bertekad tidak membalas hujatan apa pun.
"ayo,maju anak kecil,atau kau terlalu takut?" ejeknya sambil memasang kuda-kuda.
"kau tidak akan menang melawannya Mhi,itu telah ketetapan bagi guardian pengkhianat" kata Mizu dengan wajah tak kalah menakutkan dari Mhi.
Alih-alih bersiap menyerang Thia,dia malah menyerang Mizu.
Dan inilah kesempatan yang ditunggu para guardian.
Mizu melompat tanpa aba-aba ke air dengan kekuatan peluru yang ditembakan,lalu langsung membuat penjara air yang mengurung Mhi.
Chi terbang ke langit dan kembali menembakkan petir dari langit dengan kekuatan busur secepat cahaya di 4 arah dan sukses membuat Mhi terpenjara 4 pilar petir.
Terakhir Hi dan Ir membuat jalan bagi Thia untuk menebas leher Mhi,dan disaat yang disebut belakangan tersegel utuh,tiba-tiba saja kekuatan mereka menghilang dan Mhi dengan leluasa menyerang Fhu,satu-satunya yang tersisa dari mereka. Thia gemetar,tangannya tidak dapat bergerak sesenti pun. Namun kekuatan dan keberaniannya seakan terbangun lagi saat Mhi hampir memenggal kepala Mizu yang beku ditempatnya.
"lawan aku kambing!" kata Thia sambil bergetar memegang pedang perak.
"jangan Thia! kau tidak akan menang! lebih baik kau hancurkan kertas itu!" kata seluruh guardian sambil menunjuk gulungan yang tersegel ditepi laut.
"baiklah"
Tanpa buang tempo,Thia berlari dan lompat dari tebing menuju kertas tersebut. Mhi terbang dan dengan marah menyerang Thia tepat sebelum Thia belum benar-benar sampai ke bawah. Thia terlempar menghentak dinding dibelakangnya dan pingsan. Mhi tersenyum puas penuh kebanggaan. Fhu mencoba bangkit dan berlari menuju Thia,namun sia-sia. Mhi terlalu cepat,dan Fhu dilempar lagi. Kali ini Hi mencoba bangkit dan mengambil gulungan yang tersegel. Namun sia-sia,gulungan tersebut tidak bergerak. Mizu yang dari tadi memerhatikan keadaan ini berteriak,"ambil pedang peraknya!"
semua guardian mengalihkan perhatian Mhi,dan Mizu segera mengambil pedang tersebut dengan mulus. Namun,Mhi sangat cepat,Mizu tertangkap dan dihentakkan sampai pedang perak tersebut terlempar tinggi. Semua guardian tertangkap dan detik-detik sebelum mereka terbunuh,Thia terbangun dan melompat menyambar pedang perak. Segera menghunuskan pedang tersebut ke gulungan yang tersegel. Segera saja kekuatan seluruh guardian bangkit,Mhi terjajajar mundur ; pertarungan 100 tahun yang lalu terulang kembali.
Thia mencabut lagi pedang perak tersebut dan berlari sambil membawa pedang tersebut tinggi-tinggi. Mhi menoleh ke belakang melihat cahaya pedang tersebut. Seluruh guardian tidak tinggal diam. Mereka segera menyusun formasi segel sama seperti 100 tahun yang lalu. Fhu membawa mundur Thia yang hampir berhasil. Dinding-dinding elemen tersusun menutupi jalan keluar Mhi yang meronta-ronta didalam segel. Terdapat satu celah kosong yang sengaja dibuat agar Thia dapat menusukkan pedang tersebut. Namun diluar kendali,Mhi yang sangat cepat memanfaatkan celah tersebut. Thia terkejut,namun pedang tersebut mengenali Mhi. Seperti magnet,pedang tersebut menebas leher Mhi. Semua guardian shock,mereka tidak menyangka semua usaha Mhi gagal. Pedang tersebut berkelontangan terjatuh. Mhi pucat dan tidak bergerak,Thia masih terlalu gemetar untuk dapat berbicara. Namun semua guardian tidak perlu penjelasan terhadap apa yang terjadi. Meski begitu mereka tersenyum lembut melihat semua ini berakhir.
Setelah itu,Thia pingsan karena kehabisan tenaga. Hi terhuyung tegak mencoba menyadarkan Ir dan Chi.Mizu yang pertama bertindak,dengan menggunakan tekhnik penyembuhan elemen air,Mizu menghilangkan luka-luka ringan Thia. Chi mencoba memberinya sedikit tenaga dengan elemen listrik Hi dan Ir menghangatkan tubuh Thi yang pucat dingin.
"lebih baik kita menghilangkan ingatan anak ini" kata Fhu sembari membuat angin puyuh kecil ditangannya.
Mizu mengangguk dan berdiri menjauhi Thia saat Fhu akan memulai ritual. Semua guardian memandang sang guardian ke -5 dengan takzim. Fhu membuat dinding kekkai dan terdengar deru deras angin selama sekian detik dan tahu bahwa ritual penghilangan ingatan telah selesai. Fhu menyimpan angin yang dipakainya tadi ke dalam sebuah botol kaca yang berubah warna ungu keemasan. Ir,bangkit berdiri dan meninggalkan tempat tersebut membawa Thia kembali ke dunia nya. Sesampainya Ir menidurkan Thia ditempat tidurnya. Tersenyum lembut dan meninggalkan sebuah boneka tanah yang merefleksikan dirinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar